Rabu, 10 Agustus 2016

Cara log wifi id

 Username: 9821677063346
Password: 2ta

Username: 9821677063347
Password: je5

Username: 98216770633411
Password: f3d

Username: 98216770633412
Password: drx

Username: 98216770633413
Password: e4y

Username: 98216770633414
Password: y46

Username: 98216770633417
Password: 2gq

Username: 98216770633418
Password: tbp

Username: 98216770633419
Password: rcr

Username : 15881732328643
Password: 89302024052

Username:  93613297527468
Password : 89302024059

Username : 83720141438445
Password :  89302024056

Username : 22761962376817
Password : 89302024060

Username : 85016093499066
Password : 89302715790

Username : 35277184619199
Password : 89302715789

Username : 75644363574557
Password : 89302715788

Username : 13883358116827
Password : 89302715787

Username: 89302477648
Password: 97291477694635

Username: 89302477623
Password: 78279446463817

Username: 89302024051
Password: 75506146029436

Username: 89302477624
Password: 53168786956656

Username: 89302024052
Password: 15881732328643

Username: 89302024060
Password: 22761962376817

Username: 89302024059
Password: 93613297527468

Username: 89302024056
Password: 83720141438445

Username: 89302344824
Password: 55023705930708

Username: 89302477626
Password: 57005017223763

Username: 89302024053
Password: 87280686935224

Username: 89302024054
Password: 92399352005445

Username: 89302024055
Password: 84107885309936

Username: 89302024057
Password: 10018272780846

Username: 89302024058
Password: 35172428656837
Note; Selamat Mencoba Mr.boy

CARA MENGGUNAKAN AKUN SPEEDY INSTAN GRATIS / INDI SCHOOl

CARA MENGGUNAKAN AKUN SPEEDY INSTAN GRATIS / INDI SCHOOl
Username : 89302477648           Password : 97291477694635
Username : 89302024051           Password : 75506146029436
Username : 89302024052
          Password : 15881732328643
Username : 89302024060
          Password : 22761962376817
User name : 89302024059
         Paswor : 93613297527468
User : 89302024053           Pass : 87280686935224
User : 89302024057            Pass : 10018272780846
Username : 89302024056           Password : 83720141438445
Username : 89302477625 sore jam 5 bisa password : 64457982477637
Username : 89302024054           Password : 92399352005445
username : 89302477624           password : 53168786956656
Username : 89301450638           password : 70276552551730
Username :89301412823 password : 89301016732230
Username : 89301506227           password : 22900304821255
Username : 89301412847           password : 25289619588759bisa 01-06-2014
Username : 89302477623           password : 78279446463817
Username : 89302715790   Password : 85016093499066


Note : apabila udah gk konek log dengan username new””

Sabtu, 30 Juli 2016

logo mainan








Menu Warkop cofee shop






Kolokium fisika

DAFTAR ISI

LEMBARAN PENGESAHAN..................................................................   i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
ABSTRAK................................................................................................... iv


BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A.    Latar Belakang Masalah.............................................................. 1
B.     Rumusan masalah........................................................................ 3
C.     Tujuan penelitian.......................................................................... 3
D.    Manfaat penelitian....................................................................... 3
E.     Penjelasan Istilah......................................................................... 4

BAB II. KAJIAN TEORITIS.................................................................... 5
A.    Dioda........................................................................................... 5
B.     Dioda sebagai saklar.................................................................... 6

BAB III. APLIKASI TEORI..................................................................... 17
A.    Lokasi dan Jadwal Penelitian...................................................... 17
B.     Prosedur Kerja............................................................................. 17
C.     Data Pengamatan......................................................................... 18
D.    Pengolahan Data.......................................................................... 20

BAB IV. PENUTUP.................................................................................... 27
1.      Kesimpulan.................................................................................. 27
2.      Saran-Saran.................................................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 28
LAMPIRAN
POWER POINTS

BIODATA PENULIS



ABSTRAK

Pengertian Dioda adalah komponen aktif yang memiliki dua kutub dan bersifat semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan menghambat arus dari arah sebaliknya. Pada rangkaian listrik bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dan hal ini sesuai dengan Hukum I Kirchhoff.



.
BIODATA PENULIS

  1. Nama Lengkap                                    : BAIHAQI
  2. Tempat/ Tanggal Lahir                        : Blangme, 2 Mai 1990
  3. Jenis Kelamin                                      : Laki-Lki
  4. Agama                                                 : Islam
  5. Kebangsaan                                         : Indonesia
  6. Status                                                  : Belum Kawin
  7. Riwayat Pendidikan  
a.       MIN 1 Kutablang                                    : Tamat Tahun 2004
b.      MTSN Kutablang                                    : Tamat Tahun 2007
c.       MAN Matang Glumpang Dua     : Tamat Tahun 2010
  1. Alamat                                                            : Darussalam
  2. Nama Orangtua                                  
a.       Ayah                                       : Ismail Daud
b.      Ibu                                           : Nafsiyah
  1. Pekerjaan Orangtua                            
a.       Ayah                                       : Tani
b.      Ibu                                           : IRT
11. Alamat Orangtua                                : Jln Water Intek  lr. Muda Husen Gamp Blangme Kec. Kutablang Kab. Bireun


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Sains. Fisika sebagai IPA yang menyangkut gejala-gejala alam yang dinyatakan dalam zat dan energi. Sehingga yang menjadi pusat perhatian para ahli adalah hal-hal yang berhubungan dengan zat dan energi yang ada diseluruh alam, bukan hanya yang ada di bumi melainkan diseluruh jagat raya ini.[1]
            Melahirkan penemuan-penemuan tentang alam ini maka para ahli fisika melakukan kegiatan penyelidikan. Kegiatan penyelidikan dalam fisika dapat diwujudkan dengan kegiatan eksperimen, maupun kajian teoritis dengan selalu berdasarkan pada metode ilmiah. Dari rangkaian kegiatan itu akan dapat dihasilkan suatu kebenaran  berupa konsep, asas, teorema ataupun hukum serta tetapan yang dapat diakui secara umum. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temukan benda-benda yang digunakan untuk menunjang semua aktivitas manusia. Ada tiga jenis wujud zat (benda) yang kita ketahui yaitu, zat padat, zat cair, dan gas.
            Gas dan fluida merupakan medium perambatan, baik perambatan gelombang permukaan  air maupun perambatan gelombang bunyi.
            Bunyi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bunyi ditimbulkan oleh sesuatu yang bergetar, Istilah lain untuk bunyi adalah suara, kita berkomunikasi sebagian besar melalui bunyi, yaitu suara yang kita keluarkan dalam bentuk kata-kata dan suara yang kita keluarkan akan terdengar oleh orang lain.
             Gelombang bunyi yang merambat pada frekuensi tertentu akan menggetarkan gendang telinga kita. Lalu memberikan informasi ke otak sebagai suara atau bunyi tertentu sehingga  setiap saat kita bisa mendengar orang berbicara, suara hewan, suara lonceng, nyanyian dan suara alat-alat musik yang dimainkan.
            Bermacam-macam alat musik yang dapat menghasilkan bunyi yang nyaring dan indah, minsal sekelompok pemain orchestra yang sedang memainkan berbagai alat musik dibawah komando seorang dirigen, seperti terompet yang ditiup, gendang yang di tabuh, biola yang gesek serta gitar yang dipetik. Alat-alat musik ini menghasilkan beragam frekuensi, mulai dari rendah hingga tinggi.
            Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam satu sekon. Frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh manusia antara 20 Hz–20.000 Hz, bunyi yang berada pada rentang frekuensi ini dinamakan audiosonik. Bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz disebut infrasonik dan bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz disebut ultrasonik. Tinggi nada bunyi tergantung pada frekuensi atau panjang gelombang. Makin tinggi frekuensi atau makin pendek panjang gelombang  makin tinggi nada bunyi.
            Gitar merupakan alat musik petik yang memiliki tujuh buah senar dengan lubang dibagian depannya, ketika senar dipetik secara perlahan-lahan maka akan terdengar bunyi yang berbeda untuk ketujuh tali senar tersebut. Bunyi yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh  amplitudo maupun frekuensinya. Untuk mengetahui hubungan frekuensi terhadap  panjang senar, luas penampang, dan tegangan maka penulis mengambil judul “Membuktikan Hukum Marsenne”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana hubungan panjang senar pada frekuensi?
2. Bagaimana hubungan luas penampang pada frekuensi?
3. Bagaimana hubungan massa tegangan pada frekuensi?

C.  Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui panjang senar terhadap frekuensi.
2. Untuk mengetahui luas penampang terhadap frekuensi.
3. Untuk mengetahui tegangan terhadap frekuensi.

D.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah membuka wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi senar pada alat musik petik yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

E.  Penjelasan Istilah
1.      Bunyi
Bunyi adalah getaran yang merambat dari suatu medium yang merupakan gelombang longitudinal yang dapat merambat melalui zat padat, cair dan gas.
2.      Frekuensi
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang dilakukan tiap satu sekon. Satuannya dala SI adalah Hertz (Hz).
Hubungan antara frekuensi dan periode:
T = f  = 
Keterangan:
T = periode (s)
 f = frekuensi (Hz)
3.      Amplitudo
Amplitudo adalah simpangan terbesar dari titik kesetimbangan.
4.      Medium
Medium adalah zat atau bahan dimana getaran merambat. medium dari gelombang lau      t adalah adalah air laut, dan medium dari gelombang bunyi adalah udara.
5.  Cepat rambat bunyi
      Cepat rambat bunyi adalah hasil bagi jarak antara sumber bunyi dan pendengar dengan selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat.
BAB II
KAJIAN TEORITIS



A. Gelombang
           
            Gelombang didefinisikan sebagai  energi getaran yang merambat.  Jenis-jenis gelombang dapat dibagi berdasarkan ada tidaknya medium perambatan serta berdasarkan arah rambatnya.
1. Gelombang berdasarkan ada tidaknya medium perambatan.
a.       Gelombang mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium dalam perambatannya.
b.      Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium dalam perambatannya. Contoh gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya dan gelombang radio.
2. Gelombang berdasarkan arah rambatnya
a. Gelombang tranversal
Gelombang tranversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getarannya. Contoh gelombang tranversal adalah gelombang pada tali dan gelombang elektromagnetik.
b. Gelombang longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi dan gelombang pada slinki.

B. Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang getarannya dirambatkan melalui suatu medium (gas, cair, atau padat) dalam bentuk rapatan dan regangan. Ketika lonceng dan garpu tala bergetar maka kita akan mendengar bunyi. Namun, ketika keduanya tidak bergetar maka kita tidak dapat mendengarkan bunyi, hal ini dapat dikatakan bahwa bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar. Dibeberapa tempat molekul-molekul udara didorong sehingga lebih berdekatan pada tekanan yang lebih tinggi (rapatan) dan beberapa tempat lainnya molekul-molekul udara didorong saling menjauh pada tekanan yang lebih rendah (regangan).[2]
Rapatan dan regangan molekul-molekul udara dirambatkan sepanjang ruang ke telinga kita sehingga kita dapat mendengarkan bunyi. Perlu diketahui bahwa molekul-molekul udara hanya bergetar maju-mundur dan tidak merambat sepanjang ruangan, sehingga gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal. Hampir semua zat menghasilkan rapatan dan regangan. Oleh karena itu, bunyi dapat merambat melalui gas, zat cair atau zat padat. Untuk merambat bunyi memerlukan zat antara atau medium, dengan kata lain bunyi tidak dapat merambat melalui hampa udara (vakum). Bunyi hanya dapat didengar jika ada penerima yang berada didekat atau dalam jangkauan sumber bunyi. Ada tiga syarat untuk terjadi dan terdengarnyanya bunyi, yaitu:
1.      Ada benda yang bergetar (sumber bunyi).
2.      Ada zat antara (medium) tempat merambatnya bunyi.
3.      Ada penerima yang berada didekat atau dalam jangkauan sumber bunyi.
Bentuk gelombang bunyi dapat dilihat dengan menggunakan mikrofon dan sebuah osiloskop. Bunyi ditangkap oleh mikrofon dan diubah menjadi sinyal tegangan listrik, lalu bentuk gelombangnya ditampilkan pada layar osiloskop. Bentuk gelombangnya tanpak seperti bentuk gelombang tranversal. Panjang gelombang bunyi adalah jarak antara dua pusat regangan ( atau pusat rapatan) yang berdekatan. Dimana panjang gelombang adalah satu bukit atau satu lembah gelombang.
Menurut Widagdo Mangunwiyoto: ”Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar”.[3] Sumber bunyi tersebut dapat berupa beduk, gitar, biola, garfu tala, sayap lebah, dan sebagainya. Bunyi juga merambat melalui medium (zat antara), minsalnya udara. Rambatan bunyi diudara merupakan gelombang longitudinal. Sebagai gelombang longitudinal, maka bunyi merambat dalam bentuk rapatan dan regangan yang terbentuk secara berurutan.
Menurut Joko Budianto: ”Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar, getaran itu merambat melalui medium menuju pendengar. Sama seperti gelombang lainnya, Sumber gelombang bunyi merupakan benda yang bergetar”.[4]
Energi dipindahkan dari sumber dalam bentuk gelombang bunyi. Selanjutnya, bunyi dideteksi oleh telinga. Oleh otak, bunyi diterjemahkan, dan kita bisa memberikan respon. Minsalnya, ketika kita mendengarkan suara lagu dari radio, kita meresponnya dengan ikut bernyanyi, atau sekadar menggoyangkan kaki.

B. Cepat rambat gelombang bunyi
            Gelombang bunyi merambat dari tempat asal getaran (sumber bunyi) sampai ketelinga kita memerlukan waktu, cepat rambat bunyi didefinisikan sebagai hasil bagi antara sumber bunyi dan pendengar dengan selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat, dengan persamaan:
                      v =
Keterangan:
v = Cepat rambat bunyi (m/s)
s = Jarak dari sumber bunyi (m)
t = waktu (s)
            Hubungan antara cepat rambat gelombang bunyi, panjang gelombang bunyi dan frekuensi bunyi adalah:
             
Keterangan:
v = Cepat tambat bunyi (m/s)
 = panjang gelombang (m)
f = frekuensi  (Hz)
Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh suhu udara, makin tinggi suhu udara makin besar cepat rambat bunyi atau makin rendah suhu udara makin kecil cepat rambat bunyi. Umumnya bunyi merambat paling baik dalam zat padat dan paling buruk dalam gas. Ini karena jarak antara partikel dalam zat padat sangat berdekatan sehingga memudahkan getaran untuk merambat dari satu partikel kepartikel lainnya dalam medium. Hal ini dapat dibuktikan dengan mengambil sebatang kayu. Kemudian sebuah arloji diletakkan pada salah satu ujung kayu, sedang ujung yang lain ditempelkan ditelinga, ternyata bunyi arloji terdengar lebih keras jika menggunakan kayu dibandingkan tanpa menggunakan kayu.
Bunyi yang  merambat dari udara dingin keudara hangat maka arah rambat bunyi berubah. Demikian pula bila bunyi merambat dari udara hangat keudara dingin. Perubahan arah rambat bunyi karena perbedaan suhu medium disebut pembiasan bunyi.
Gejala pembiasan menyebabkan bunyi mobil atau kereta api terdengar lebih keras pada malam hari dibandingkan pada siang hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari permukaan bumi mendingin dengan cepat. Lapisan udara di dekat permukaan bumi lebih dingin dari pada lapisan udara diatasnya. Karena bunyi merambat lebih lambat pada udara dingin maka bunyi mobil cenderung tidak menyebar keatas, melainkan kembali ke permukaan bumi.
Secara umum cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu:
1.   Kerapatan partikel yang dilalui bunyi. Makin rapat susunan partikel medium, maka makin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling cepat pada zat padat.
2.   Suhu medium. Makin panas suhu medium yang dilalui, maka makin cepat bunyi merambat.
Medium udara bunyi mempunyai dua sifat khusus yaitu:
a.       Cepat rambat bunyi tidak bergantung pada tekanan udara, artinya jika terjadi perubahan tekanan udara, cepat rambat bunyi tidak berubah.
b.      Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu. Makin tinggi suhu udara, makin besar cepat rambat bunyi. Pada tempat yang tinggi cepat rambat bunyi lebih rendah, karena suhu udaranya lebih rendah.[5]


C. Frekuensi gelombang Bunyi
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang dilakukan tiap satu sekon. Satuannya dalam SI adalah Hertz (Hz).[6]
Hubungan antara frekuensi dan periode:
            T =
            f  = 
Keterangan:
T = periode (s)
 f = frekuensi (Hz)
Frekuensi bunyi yang dapat di dengar oleh manusia antara 20 Hz – 20.000 Hz, bunyi yang berada pada rentang frekuensi ini dinamakan audiosonik. Bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz disebut Infrasonik dan bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20 000 Hz disebut ultrasonik. Jangkrik dapat mendengar bunyi infrasonik, itulah sebabnya jangkrik dapat mendengar langkah kaki manusia dari jarak yang jauh. Anjing, lumba-lumba dan kelelawar juga dapat mendengar bunyi infrasonik. Kelelawar dapat menghasilkan bunyi ultrasonik. Bunyi ultrasonik dipantulkan oleh benda yang ada disekitar kelelawar sehingga ia dapat menghindari tabrakan dan menentukan posisi mangsanya.
Bunyi ultrasonik dimanfaatkan untuk industri. Contoh: gelombang ultrasonik dimanfaatkan untuk mengaduk susu agar rata, mensterilkan makanan dalam kaleng dan meratakan campuran besi dengan timah yang dilebur.
Nada merupakan bunyi yang memiliki frekuensi tertentu. Sumber nada bisa berasal dari pita suara ditenggorokan kita yang dapat menghasilkan nada yang merdu. Selain itu dawai dan gitar yang dipetik juga merupakan sumber nada. Semua benda yang bergetar pada frekuensi audio adalah sumber nada.[7]
Tinggi nada bunyi tergantung pada frekuensi atau panjang gelombang. Makin  tinggi frekuensi atau makin pendek panjang gelombang  makin tinggi nada bunyi. Kuat (keras) bunyi bergantung pada amplitudo: makin besar amplitudo makin kuat (keras) bunyi. Tinggi nada (frekuensi) senar dipengaruhi 4 faktor, yaitu:
1.      Panjang senar: makin pendek senar makin tinggi frekuensi.
2.      Luas penampang: makin tipis senar makin tinggi frekuensi.
3.      Tegangan senar: makin tegang senar makin tinggi frekuensi.
4.      Massa jenis: makin ringan senar makin tinggi frekuensi.
Frekuensi alami tabung udara bergantung pada panjang gelombang kolom udara: makin panjang kolom udara makin tinggi frekuensinya. Frekuensi alami garfu tala bergantung pada panjang lengannya: makin panjang lengannya makin tinggi frekuensinya. Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda ketika benda lain didekatnya digetarkan. Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami benda yang ikut bergetar.
Bunyi memiliki tiga sifat, yaitu tinggi rendah bunyi, kuat lemah bunyi, dan warna bunyi. Tinggi rendah bunyi adalah kondisi gelombang bunyi yang diterima oleh telinga manusia berdasarkan frekuensi (jumlah getaran/detik). Tinggi suara (pitch) menunjukkan sifat bunyi yang mencirikan ketinggian atau kerendahannya terhadap seorang pengamat. Sifat ini berhubungan dengan frekuensi, namun tidak sama. Kekerasan bunyi juga memengaruhi titi nada. Hingga 1.000 Hz, meningkatnya kekerasan mengakibatkan turunnya titi nada. Gelombang bunyi dibatasi oleh jangkauan frekuensi yang dapat merangsang telinga dan otak manusia kepada sensasi pendengaran.
Amplitudo adalah simpangan maksimum, yaitu simpangan terjauh gelombang dari titik setimbangnya. Intensitas menunjukkan sejauh mana bunyi dapat terdengar. Jika intensitasnya kecil, bunyi akan melemah dan tidak dapat terdengar. Namun, apabila intensitasnya besar, bunyi menjadi semakin kuat, sehingga berbahaya bagi alat pendengaran. Untuk mengetahui hubungan antara amplitudo dan kuat nada, dapat diketahui dengan melakukan percobaan menggunakan garputala.
Garputala dipukulkan ke meja dengan dua pukulan yang berbeda, akan dihasilkan yaitu pukulan yang keras menghasilkan bunyi yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan bahwa amplitudo getaran yang terjadi lebih besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kuat lemahnya nada atau bunyi bergantung pada besar kecilnya amplitudo. Semakin besar amplitudo getaran, maka semakin kuat pula bunyi yang dihasilkan. Warna bunyi adalah bunyi yang diterima oleh alat pendengaran berdasarkan sumber getarannya. Sumber getaran yang berbeda akan menghasilkan bentuk gelombang bunyi yang berbeda pula. Hal ini menyebabkan nada yang sama dari dua sumber getaran yang berbeda pada telinga manusia.
Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur, misalnya bunyi berbagai alat musik. Tinggi rendahnya nada tergantung pada frekuensinya, sedangkan kuat lemahnya nada tergantung pada amplitudonya.
Ilmuwan fisika berkebangsaan Francis bernama Marsenne (1588-1648) menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan panjang senar, penampang senar, tegangan dan jenis senarnya. Alat yang digunakan marsenne adalah sonometer.
Faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi nada alamiyah sebuah senar atau dawai menurut marsenne adalah:
1.   Panjang senar, semakin panjang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
2.   Luas penampang,  semakin besar luas penampang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
3.   Tegangan senar, semakin besar tegangan senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.
4.   Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan. Secara matematis, hukum marsenne dituliskan:
f =  
=
λ = 2l
Keterangan :
f = frekuensi atau tinggi nada (Hz)
l = panjang senar (m)
F = tegangan senar (N)
A = luas penampang senar (m)
λ = panjang gelombang senar (m)
Menurut Agus Taranggono: “Bunyi yang frekuansinya teratur disebut nada.
Nada dihasilkan oleh alat-alat musik”.[8] Bunyi yang frekuensinya tidak teratur disebut desah, minsalnya bunyi angin, air terjun, dan deburan ombak. Ada juga bunyi yang sangat singkat, tetapi kadang-kadang sangat kuat disebut dentum, seperti bunyi meriam, senapan dan bom.
Tinggi nada bergantung pada frekuensinya, semakin besar frekuensinya, semakin tinggi pula nadanya. Marsenne  fisikawan Francis manyelidiki hukum yang berlaku untuk senar yang bergetardengan menggunakan sanometer. Sonometer adalah alat yang digunakan untuk menyelidiki tinggi rendahnya nada, berupa kotak kayu yang dilengkapi senar yang dapat diganti-ganti.
Penyelidikan Marsenne mendapatkan hasil:
1. Pada dua senar yang penampang dan tegangannya sama, semakin pendek senarnya semakin tinggi nada yang dihasilkan.
2. Pada dua senar yang panjang dan penampangnya sama, semakin tegang   senarnya semakin tinggi nada yang dihasilkan
3. Pada dua senar yang panjang dan tegangannya sama, semakin kecil penampangnya semakin tinggi nada yang dihasilkan.
4. Pada senar yang panjang dengan penampang dan tegangan sama, semakin kecil massa jenis senarnya semakin tinggi  nada yang dihasilkan.














BAB III
APLIKASI TEORI


A.  Lokasi dan Jadwal Penelitian
            Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Fisika UIN Ar- Raniry Darussalam Banda Aceh pada tanggal

B.  Prosedur kerja
1.   Alat dan bahan
a. Gitar
b. Senar 6 buah
c. Meteran
d. Mikrometer Sekrup
2. Prosedur kerja
a.    Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b.   Diukur masing-masing panjang senar dengan menggunakan meteran.
c.    Diukur masing-masing luas penampang senar dengan menggunakan mikrometer sekrup.
d.   Dipasang keenam senar pada gitar.
e.    Petiklah senar 1 dan dan senar 2 kemudian dengarkan nadanya.
f.    Kemudian petiklah senar 3 dan senar 4 dan dengarkan nadanya.
g.   Selanjutnya petiklah senar 5, senar 6  dan dengarkan nadanya.
h.   Gunakan jarimu untuk memendekkan panjang masing-masing senar dan petiklah kembali, bagaimana nadanya?
i.     Petiklah senar yang lebih tipis (senar 1), kemudian senar yang lebih tebal (senar 6) dan dengarkan bunyinya.
j.     Petiklah salah satu senar dan dengarkan nadanya, kemudian dikendorkan senar tersebut dan kembali dengarkan nadanya.
k.   Ulangi langkah e, f, g, h, i dan j.
l.      Ditulis  hasil percobaan pada tabel pengamatan.

C.    Data Pengamatan









                                                              BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Panjang senar mempengaruhi besarnya frekuensi bunyi yang dihasilkan. Semakin panjang senar maka frekuensi bunyi yang dihasilkan semakin kecil, begitu pula sebaliknya, senar yang pendek menghasilkan frekuensi bunyi yang besar.
2. Luas penampang senar mempengaruhi besarnya frekuensi bunyi yang dihasilkan. Semakin luas penampang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan, begitu pula sebaliknya semakin kecil luas penampang maka frekuensi yang dihasilkan semakin besar.
3. Tegangan senar mempengaruhi besarnya frekuensi bunyi yang dihasilkan. Senar yang tegang (besar) akan menghasilkan frekuensi yang tinggi begitu juga sebaliknya, senar yang kendor (kecil) akan menghasilkan frekuensi yang rendah.

B. Saran
Percobaan yang dilakukan oleh penulis semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, dalam hal ini pembaca tidak hanya mahir dalam memainkan alat-alat musik khususnya gitar, namum pembaca juga bisa memahami bahwa ada beberapa aspek yang mempengaruhi frekuensi maupun nada yang dipetik.
           

DAFTAR PUSTAKA


Agus Tranggono, dkk. FISIKA SLTP. 2003. Jakarta. Bumi aksara.
Hasan Pratama. Ilmu Pengetahuan Alam (terpadu). Maestro, Jakarta: 2004.
Joko Budiyanto. FISIKA SMA/MA kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Ketut Lasmi. Bimbingan Pemantapan Fisika. Bandung: Yrama Widya, 2004.
Marthen Kanginan. Sains FISIKA SMP untuk Kelas VIII. Jakarta: Erlangga, 2004.
Nyoman kertiasa. FISIKA I Untuk Untuk SMU Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1993.

Widagdo Mangunwiyono. Pokok-pokok FISIKA SMP untuk kelas VII. Jakarta: Erlangga, 2004.









[1] Ketut Lasmi, Bimbingan Pemantapan Fisika, (Bandung: Bumi Aksara, 2004), hal. 102.


[2] Marthen Kanginan, Sains Fisika SMP untuk Kelas VIII, (Jakarta: Erlangga, 2004),  hal. 129.

[3] Widagdo Mangunwiyoto, Pokok-pokok Fisika SMP untuk Kelas VII, (Jakarta: Erlangga, 2004), hal. 67.


[4] Joko Budiyanto, Fisika SMA/MA kelas XII, (Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2007), hal. 67.

         
[5] Hasan Pratama, Ilmu Pengetahuan Alam (TERPADU). (Jakarta: Maestro, 2004), hal. 60.

[6] Widagdo Mangunwiyoto, Pokok-pokok Fisika SMP…, hal: 68.

[7] Nyoman Kertiasa, Fisika I untuk SMU Kelas XI, (Jakarta: Erlangga, 1993), hal. 175.

[8] Agus tranggono, dkk, FISIKA SLTP, (Jakarta: Bumi aksara, 2003), hal. 64.